Kehidupan baru di kampus baru | Kelas argumentasi | Sisi positif dari pendidikan kita

Perkuliahan saat ini masih berlangsung secara online. Jadi bagaimana siswa yang berencana untuk kuliah tahun ini harus mempersiapkan diri?

Hal-hal yang semula Anda bayangkan akan terjadi pada teman-teman sekelas Anda di kampus, misalnya, bisa terjadi seminimal mungkin.

Tetapi apakah ada hal lain yang mungkin dikhawatirkan oleh siswa baru nanti?

Ke depan, misalnya, aktivitas mahasiswa dalam proses belajar mengajar akan berkurang hingga hilangnya produktivitas di kampus.

Namun, satu hal yang diingat mahasiswa baru: ketakutan yang menurut mereka perlu diproses dan diubah menjadi tantangan baru yang konstruktif.

Selain konten terkait ketakutan siswa baru, ada konten populer dan menarik lainnya pada subkategori Pendidikan di Kompasiana.

Kampus baru, kehidupan baru, dalam perjalanan menuju sesuatu yang baru di Rumah Belajar

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Pernah, Kompasian Mahir Martin ikut dalam diskusi bertema Educharacter. Bagi yang belum tahu, Educharacter memiliki jurusan pendidikan karakter di bawah ini.

Eduversal Indonesia adalah penasihat pendidikan yang memiliki visi dan misi untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia dengan menyatukan pikiran dan hati menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Namun pada kesempatan itu Kompasian Mahir Martin mendapat kutipan menarik dari seorang mahasiswa yang mengikuti diskusi Educharacter.

“Orang-orang pada dasarnya suka ketertiban, ketika mereka sangat bebas, maka orang mencari aturan,” tulisnya, mengingat kata-kata mahasiswa itu kepada Kompasian Mahir Martin.

Namun menarik untuk dilihat ketika mahasiswa diharapkan dapat memilih sendiri tempat tinggal di kampus.

Kompasian Mahir Martin menulis, misalnya, lingkungan tempat tinggal mahasiswa harus mampu mendukung pengembangan diri mahasiswa baik lahir maupun batin.

“Hal ini dapat dicapai melalui komunitas yang melakukan kegiatan positif,” lanjutnya. (Lanjut membaca)

Berdebat, pelajaran yang tidak diajarkan (cukup)

Dalam proses belajar-mengajar, pertukaran dengan sesama siswa dan guru sangat diutamakan.

Menurut Komapsian Aminuddin Malewa, berdebat juga merupakan aktivitas intelektual dalam berinteraksi.

Sayangnya, kemampuan berdebat adalah sesuatu yang bisa dihindari. Misalnya, takut menyimpang dari pandangan umum.

Pertukaran pandangan, lanjutnya, merupakan gangguan kerukunan.

“Keinginan untuk menjalankan kebebasan berekspresi yang ditawarkan oleh demokrasi memang dalam konteks lingkungan yang terbatas dalam hal literasi,” tulis Komapsian Aminuddin Malewa. (Lanjut membaca)

  1. Tidak selamanya buruk, itulah sisi positif dari pendidikan kita di tengah pandemi!

Adakah hal lain yang harus kita syukuri di masa pandemi COVID-19 ini?

Maka Kompasianer Mahestha Rastha mengajak dalam suratnya untuk melihat sisi lain dari apa yang telah terjadi selama hampir satu tahun, khususnya di dunia pendidikan.

Selain itu, menurut Kompasian Mahestha Rastha, pendidikan yang tergolong membutuhkan perbaikan masih sangat perlu ditingkatkan, karena pendidikan kita harus menanggung pil pahit sejak pandemi karena semakin buruk dan masih panjang. jalan dari menjadi lebih baik.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, misalnya, Anda bisa belajar beradaptasi.

“Kami mencoba memikirkan hal-hal positif yang dapat memudahkan kami untuk beradaptasi dengan situasi saat ini, karena mungkin Corona akan hidup berdampingan dengan kami di masa depan,” tulisnya. (Lanjut membaca)

  1. Mengatasi kecemasan pada anak

Apa yang biasanya Anda lakukan ketika anak Anda ketakutan? Artinya, anak takut melakukan hal-hal yang belum pernah mereka coba dan enggan untuk mulai melakukannya.

Kompasian Bayu Samudra menuliskan apa yang kami lakukan saat anak-anak ketakutan.

Untuk mengilustrasikan hal tersebut, Kompasian Bayu Samudra menjelaskan ketika orang tua yang ingin mengenalkan hewan pada anaknya takut.

“Pastikan kita mendidik anak-anak tentang binatang. Baik melalui gambar atau foto di internet bahkan melalui video. Dengan cara ini kita bisa menyaring spesies hewan mana yang cocok untuk dilihat anak-anak secara langsung,” lanjutnya.

LIHAT JUGA :

https://voi.co.id/
https://4winmobile.com/
https://mesinmilenial.com/
https://ekosistem.co.id/
https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/
https://laelitm.com/
https://www.belajarbahasainggrisku.id/
https://www.chip.co.id/
https://pakdosen.co.id/
https://duniapendidikan.co.id/